Senin, 04 Juni 2012

Creation of Beautiful Batik Style Clothing From Indonesia

As you know that Batik is Indonesian cultural heritage and already established UNESCO as world cultural heritage of Indonesia. Indonesian batik has its own characteristics. The fashion designers have started designing batik clothing that is often exhibited. Batik clothing has now been expanded and is very easy to find with a variety of styles and models. Batik can be worn for formal and non formal events such as dresses for parties and dress for the meeting.

Modern Kebaya Dress Collection 2011

Currently kebaya have got a touch of modern in design and also the use of additional fabric layers that increase the thickness so that they no longer show the body. Since a few years ago, kebaya starting to become object of interest with many fashion designers, and their hands a number of works in the form of kebaya has been created which is then recognized by strangers in a fashion show. Kebaya Modern are now widely marketed and easy to get. For the wedding ceremony also provided a lot of kebaya wedding dress designed by the designers.

Collection Of Modern Kebaya Anne Avantie

Collection of modern kebaya Anne Avantie 1

Kebaya is a traditional dress from Indonesia. This shirt is usually worn during the wedding ceremony by the bride. Anne Avantie is a modern kebaya designer who has been known by many people. This talented woman kebaya design and design so it looks very luxurious, elegant and still provide the traditional image. Modern kebaya Anne Avantie highly favored by celebrities celebrity Indonesia and also to Asia. Unique and beautiful designs give new color to the traditional dress. Kebaya that were once only used as everyday clothing of women in Indonesia, has now become a nuanced modern wedding dress but still has a traditional side.

Collection of modern kebaya Anne Avantie 2

Read the rest of this entry »

Archive for the ‘Batik Indonesia’ Category New Catalog : Modern Kebaya by Anne Avantie

Kebaya is one of the women’s clothes that are now global. Identical with kebaya kebaya Indonesia and is usually combined with batik Indonesia. Lately, more and more popular kebaya by women. Increasingly, the motive and the model kebaya increasingly diverse. Kebaya can be used at a party or a wedding dress. The celebrities also began to idolize modern kebaya and even has often held a fashion show featuring a wide range of model kebaya. The colors of the kebaya also vary and can be selected within their purposes.

Minggu, 03 Juni 2012

Batik


About Batik in Indonesia

Historically batik has recognized since the century of XVII, come from ancestors
epoch written and painted at palm leaf. At the moment motif of batik was dominated with animal form and crop. But nowdays, the development of batik is in a long a progress, that is from animal painting patterns and crop by degrees change over at abstraction motif looking like cloud, temple relief, puppets of beber etcetera. Hereinafter, the combine of painting's pattern and clothes frieze art resulted batik drawn as we know today.


The type and pattern of traditional batik is various kind. But the variation of pattern is according to each culture and philosophy which is many kind. The variety culture in Indonesia has supported the born of kind batik in tradisioanal type and pattern there has own specialty and characteristic.


Growth of Batik in Indonesia

Soon and later, in development of batik was imitated by closest people and spread out to be worked by of woman in it's household to fill spare time. Hereinafter, batik which is the beginning to be the families king clothes, later become the clothes for common people, women and men are wear of it.


White materials which was used at that time was resulted of homespun. While the colour of materials are used the original flora made by our selt for Indonesia, example : tree of mengkudu, tinggi, soga, nila and it's soda materials is made from dusty soda, and also it's salt is made from mud.

So, Indonesian's batik has been recognized since Majapahit kingdom and development fill next empire. For the strarting to spread up the batik art to common people and specially Java's tribe is after the end of century or early century of XIX. The last product of batik was batik drawn (batik tulis) until the XX century, the stamp's batik (batik cap) has begun familiar after the first word war or about a year 1920. Nowadays, batik have become part traditional Indonesian textile.

Seni Batik Ciri Khas Indonesia


Salah satu hasil karya rakyat bangsa yang sampai saat ini masih membuat dunia terkagum-kagum dan bahkan terpesona adalah Batik (lihat Batik Online). Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dibudidayakan. Selain itu, Busana Batik juga merupakan salah satu solusi potensial untuk mendongkrak devisa negara melalui revitalisasi industri kecil dan menengah. Hingga kini Busana Batik digunakan sebagai pakaian yang sangat eksotis. Khususnya karena Model Batik dan motifnya yang unik dan beragam baik itu di mata masyarakat pribumi sendiri ataupun pendatang asing dan tidak terkecuali masisir. (Klik “Jual Batik”)

Dalam proses pembuatannya, Baju Batik ternyata memakan proses yang cukup lama dan rumit. Mulai dari pemilihan kain yang bagus dan sesuai, kemudian obat batik, dan penyablonan atau pengecatan/pelukisan seni batik. Adapun prosesnya, dimulai dari pembuatan pola, kemudian penutupan dan pewarnaan dilakukan berulang-ulang hingga mendapat hasil yang diinginkan. Proses penutupan kain dengan bahan malam atau semacam bahan lilin dilakukan agar pori-pori kain tidak terwarnai. Alat yang digunakan untuk proses penutupan adalah Canting, Anglo atau kompor dan wajan kecil untuk memanasi malam. Namun yang paling rumit adalah Mode Batik canting karena membutuhkan ketrampilan yang khusus dan sedikit orang yang mampu untuk membuat batik canting. Rata-rata masyarakat yang terampil dalam menghasilkan produksi batik canting adalah masyarakat di daerah Pekalongan, Surakarta dan Jogjakarta.
Keunikan seni batik atau Mode Batik sendiri dapat dilihat motifnya yang beraneka ragam mulai dari motif yang bernuansa klasik hingga modern. Definisi dari motif adalah corak-corak hiasan yang digunakan dalam proses melukis atau menerapkan batik.(silahkan lihat Batik Online)
Para panelis dan perancang mode internasional seperti Jepang mengakui bahwa Model Batik bisa memberikan sebuah inspirasi tersendiri dalam menghasilkan sebuah trend pakaian bertaraf internasional. Banyak sekali trend baju kontemporer yang mulai berkiblat dan memanfaatkan seni batik. Hingga saat ini minat masyarakat mancanegara terhadap batik sangatlah besar.
Namun sepertinya Baju Batik yang merupakan produk peradaban dan kebudayaan Nusantara kita sedang hampir mengalami 'kecolongan'. Seni Batik kurang terperhatikan untuk diberdayakan sebagai sumber devisa yang sangat potensial. Jika kondisi ini kita relakan berjalan dengan apa adanya, maka bisa diprediksikan negara kita akan mengalami kerugian yang sangat memprihatinkan. Kerugian tersebut tidak hanya dari segi materi yang mana bisa kita daya gunakan untuk mendongkrak devisa negara melalui sektor pariwisata maupun ekspor-impor. melainkan juga kerugian dari segi keotentikannya sebagai produk peradaban bangsa Indonesia akan terancam semakin samar di mata dunia internasioanal dan lama kelamaan akan luntur ditelan zaman.
Betapa tidak, batik yang selama ini telah menjadi maskot visualisasi kekayaan budaya kita di mata dunia mulai mengabur originalitasnya sebagai salah satu kekayaan khazanah budaya Nusantara (Batik Modern). Bahkan ironisnya, batik siap "diserobot" oleh negara lain sebagai produk original negara mereka. Namun yang terpenting, apakah kita sang penerus tongkat estafeta kehidupan bangsa tahu atau setidaknya peduli dengan fakta ini?. Mungkin bisa dibilang sedikit sekali yang peduli akan hal tersebut karena mayoritas masyarakat kita masih memandang batik sebelah mata. Begitu pula halnya dengan pemerintah kita yang kurang intens atau peduli dengan industri perbatikan Nusantara. Padahal jika masyarakat dan pemerintah mau dan bersama-sama peduli, pasti sekarang bahkan mungkin sudah sejak lama, batik menjadi sebuah karya dan primadona masyarakat dunia (silahkan lihat “Batik Modern”.
Sumber: pii-mesir.org Written by Siti Majidah (Kru Musafir)
Temukan informasi mengenai Model Batik, Baju Batik, Jual Batik, Batik Online, Batik Modern, Mode Batik, Busana Batik dan Model & Baju Batik : Jual Batik Online & Modern - Mode & Busana Batik Surabaya pada 88db.com.

Seni Batik

Wah.. lama ga posting, hari ini pengen nyoba nulis lagi. Kerjaan kantor nih... ga kelar2! *ngeles mode on*. Hahahahahhahah.... Gara2 ada seorang sahabat yg pengen banget bikin undangan "berselimutkan" batik buat her wedding, dan dengan pola pikirnya bahwa akhir2 ini aku bener2 punya banyak waktu senggang, minta tolonglah sang sahabat. Minta dibikinin undangan dengan motif parang. Dengan setengah ngeyel, kubilang lah.. contoh gambar undangan itu, contoh motif parang rusak. Means.. ga bagus buat nikahan, means.... klo mo ambil filosofi batik buat wedding jangan yang itu dooongggg!!!! Udah dibantuin, dikasih tau yang bener.. apalagi dengan tema Javanese Glamour.. eeeehhhh!!! Masih ngeyel pulaaa!!! Yaaa.. mo gimana lagi... namanya juga orang mo kawin. Kucing kawin aja sensi! apalagi bencong..*lhohhh??!!!* Buat kamu yang niat mo pake batik, ini contoh batik sekaligus filosofinya yang bener....


BATIK PARANG RUSAK BARONG [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan

Filosofi : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.

BATIK TRUNTUM {Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Dipakai saat pernikahan Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.

BATIK SIDO MUKTI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain dalam upacara perkawinan Filosofi : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan. Unsur Motif : Gurda

BATIK PARANG KUSUMO {Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai kain saat tukar cincin Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah

BATIK KAWUNG [Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Geometris Filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan

BATIK CIPTONING [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Wayang Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar

BATIK PAMILUTO [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].

BATIK CUWIRI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai “Semek’an” dan Kemben. Dipakai saat upacara “mitoni” Unsur Motif : Meru, Gurda Filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil, Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati

BATIK NITIK KARAWITAN [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Ciri Khas : Kerokan Unsur Motif : Ceplok Filosofi : Pemakainya orang yang bijaksana

BATIK TAMBAL [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru dll Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru

Wah.. lama ga posting, hari ini pengen nyoba nulis lagi. Kerjaan kantor nih... ga kelar2! *ngeles mode on*. Hahahahahhahah.... Gara2 ada seorang sahabat yg pengen banget bikin undangan "berselimutkan" batik buat her wedding, dan dengan pola pikirnya bahwa akhir2 ini aku bener2 punya banyak waktu senggang, minta tolonglah sang sahabat. Minta dibikinin undangan dengan motif parang. Dengan setengah ngeyel, kubilang lah.. contoh gambar undangan itu, contoh motif parang rusak. Means.. ga bagus buat nikahan, means.... klo mo ambil filosofi batik buat wedding jangan yang itu dooongggg!!!! Udah dibantuin, dikasih tau yang bener.. apalagi dengan tema Javanese Glamour.. eeeehhhh!!! Masih ngeyel pulaaa!!! Yaaa.. mo gimana lagi... namanya juga orang mo kawin. Kucing kawin aja sensi! apalagi bencong..*lhohhh??!!!* Buat kamu yang niat mo pake batik, ini contoh batik sekaligus filosofinya yang bener....
BATIK PARANG RUSAK BARONG [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan
Filosofi : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.
BATIK TRUNTUM {Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Dipakai saat pernikahan Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.
BATIK SIDO MUKTI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain dalam upacara perkawinan Filosofi : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan. Unsur Motif : Gurda
BATIK PARANG KUSUMO {Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai kain saat tukar cincin Unsur Motif : Parang, Mlinjon Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah
BATIK KAWUNG [Batik Tulis] Zat Warna : Naphtol Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Geometris Filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan
BATIK CIPTONING [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Unsur Motif : Parang, Wayang Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar
BATIK PAMILUTO [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].
BATIK CUWIRI [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai “Semek’an” dan Kemben. Dipakai saat upacara “mitoni” Unsur Motif : Meru, Gurda Filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil, Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati
BATIK NITIK KARAWITAN [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai kain panjang Ciri Khas : Kerokan Unsur Motif : Ceplok Filosofi : Pemakainya orang yang bijaksana
BATIK TAMBAL [Batik Tulis] Zat Warna : Soga Alam Kegunaan : Sebagai Kain Panjang Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru dll Ciri Khas : Kerokan Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru

Sabtu, 02 Juni 2012

Batik Solo

Laweyen adalah salah satu sentral Batik di Solo. Kampung ini Tentunya ada banyak sekali sejarah yang tertinggal di kapung ini dan menjadi icon Batik Solo.
Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitanya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan.

Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”
Batik merupakan hasil karya seni tradisional yang banyak ditekuni masyarakat Laweyan. Sejak abad ke-19 kampung ini sudah dikenal sebagai kampung batik. Itulah sebabnya kampung Laweyan pernah dikenal sebagai kampung juragan batik yang mencapai kejayaannya di era tahun 70-an. Menurut Alpha yang juga pengelola Batik Mahkota.
Di kawasan Laweyan ada Kampung Laweyan, Tegalsari, Tegalayu, Batikan, dan Jongke, yang penduduknya banyak yang menjadi produsen dan pedagang batik, sejak dulu sampai sekarang. Di sinilah tempat berdirinya Syarekat Dagang Islam, asosiasi dagang pertama yang didirikan oleh para produsen dan pedagang batik pribumi, pada tahun 1912.

Bekas kejayaan para saudagar batik pribumi tempo doeloe yang biasa disebut ‘Gal Gendhu’ ini bisa dilihat dari peninggalan rumah mewahnya. Di kawasan ini, mereka memang menunjukkan kejayaannya dengan berlomba membangun rumah besar yang mewah dengan arsitektur cantik.
Kawasan Laweyan dilewati Jalan Dr Rajiman, yang berada di poros Keraton Kasunanan Surakarta – bekas Keraton Mataram di Kartasura. Dari Jalan Dr Rajiman ini, banyak terlihat tembok tinggi yang menutupi rumah-rumah besar, dengan pintu gerbang besar dari kayu yang disebut regol. Sepintas tak terlalu menarik, bahkan banyak yang kusam. Tapi begitu regol dibuka, barulah tampak bangunan rumah besar dengan arsitektur yang indah. Biasanya terdiri dari bangunan utama di tengah, bangunan sayap di kanan-kirinya, dan bangunan pendukung di belakangnya, serta halaman depan yang luas.

Dengan bentuk arsitektur, kemewahan material, dan keindahan ornamennya, seolah para raja batik zaman dulu mau menunjukkan kemampuannya untuk membangun istananya, meski dalam skala yang mini. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah rumah besar bekas saudagar batik yang terletak di pinggir Jalan Dr Rajiman, yang dirawat dan dijadikan homestay Roemahkoe yang dilengkapi restoran Lestari.
Tentu saja tak semuanya bisa membangun “istana” yang luas, karena di kanan-kirinya adalah lahan tetangga yang juga membangun “istana”-nya sendiri-sendiri. Alhasil, kawasan ini dipenuhi dengan berbagai istana mini, yang hanya dipisahkan oleh tembok tinggi dan gang-gang sempit. Semangat berlomba membangun rumah mewah ini tampaknya mengabaikan pentingnya ruang publik. Jalan-jalan kampung menjadi sangat sempit. Terbentuklah banyak gang dengan lorong sempit yang hanya cukup dilewati satu orang atau sepeda motor.

Tapi di sinilah uniknya. Menelusuri lorong-lorong sempit di antara tembok tinggi rumah-rumah kuno ini sangat mengasyikkan. Kita seolah berjalan di antara monumen sejarah kejayaan pedagang batik tempo doeloe. Pola lorong-lorong sempit yang diapit tembok rumah gedongan yang tinggi semacam ini juga terdapat di kawasan Kauman, Kemlayan, dan Pasar Kliwon. Karena mengasyikkan, menelusuri lorong-lorong sejarah kejayaan Laweyan yang eksotis ini bisa menghabiskan waktu. Apalagi jika Anda melongok ke dalam, melihat isi dan keindahan ornamen semua “istana” di kawasan ini.

Tapi sayangnya satu per satu bangunan kuno yang berarsitektur cantik, hancur digempur zaman, digantikan ruko atau bangunan komersial baru yang arsitekturnya sama sekali tidak jelas. Pemerintah daerah setempat tak bertindak apa pun menghadapi kerusakan artefak sejarah ini. Bahkan bekas rumah Ketua Sarekat Dagang Islam H. Samanhoedi, yang seharusnya dilindungi sebagai saksi sejarah, sudah tidak utuh lagi, bagian depannya digempur habis. Bekas istana Mataram di Kartasura juga dibiarkan hancur berantakan.

Pasar Klewer merupakan salah satu ikon kota solo. Pasar ini setiap harinya sangat ramai di kunjungi oleh para pembeli yang datang dari berbagai kota. Pasar klewer juga termasuk tempat yang bersejarah dan memilki seni yang tinggi. disini dapat kita temui berbagai macam produksi konveksi yang ada di wilayah solo dan sekitarnya. di sini juga banyak di jual batik dari produk dari solo sendiri maupun daerah lain. Pasar klewer memang tidak bisa di pisahkan dari kerajinan batik solo.

Dibawah adalah contoh batik Solo